Oleh: nirvanakurtcobain | 20 Februari 2009

“PERJALANAN ALBUM NIRVANA”

1-552Single Smells Like Teen Spirit menjadi kunci pembuka babak baru. Satu lagi, genre baru dalam kancah musik dunia siap bertarung. Grunge!
Grunge adalah “penggabungan” Heavy Metal dan Punk era 80-an, minus asesoris.
Nirvana, Band Rock kelahiran Seattle, menjadi bukti kekuatan genre grunge yang tidak bisa disepelekan! Kedahsyatan album Nevermind mampu menjungkirbalikkan peta musik Internsional. Seattle, kota dimana Nirvana membenih dan tumbuh, kemudian menjadi incaran industri-industri rekaman raksasa. Beberapa pengamat musik mengatakan, Nirvana Nevermind merupakan masterpiece dari seorang mastermind, seorang narsis utuh, Kurt Cobain.

Nirvana Nevermind menyabet penghargaan emas pada tanggal 29 Oktober 1991, hanya satu bulan setelah dirilis. Target penjualan album semula sekitar 200 keping. Kalkulasi ini mengandaikan penghargaan emas dalam waktu satu tahun. Pada tanggal 11 januari 1992 Nirvana melompat cepat ke tangga nomor satu di Billboard, mengungguli U2, GNR, Garth Book dan menerjang keras kursi Dangerous Michael Jackson. Sejarah lalu mencatat, Nirvana menjadi satu-satunya Band Rock (baca:Grunge) yang membuat Jacko—panggilan si “King of Pop” itu”—mempertanyakan lagi predikat “King”nya. Seperti sebaran radioactive tragedi nuklir di Russia, album Nevermind menyebar cepat, melesat ke peringkat satu di beberapa negara: Belgia, Perancis, israel, Spanyol, Swedia, dan Kanada, serta masuk tiga besar di hampir semua pasar dunia.
Dari kacamata industri yang kapitalistik, Nirvana Nevermind menjadi bukti bahwa rock juga punya nilai jual yang sama,—band-band pengusung genre metal “boleh berbangga” dengan prestasi ini—Sementara komentar dari beberapa musisi Grunge Seattle, Nevermind tidak lain dari satu episode lahirnya ideologi baru: Grunge, pendobrak kemapanan (musik), unspoken role (silakan simak Nirvana_IN UTERO_Radio Friendly Unit Shiftfer, Milk It ), melawan mainstream. Namun ia juga bisa berarti muntahan “luka mendalam, membusuk” dari seeorang (Kurt?) yang dibalut dengan nada kasar dan indah secara imajinatif dalam kematangan dan kualitas bermusik tinggi.
Nevermind dibuka dengan lagu Smells Like Teen Spirit yang menghentak-hentak. Intro lagu dimulai dengan gesekan plectrum Kurt di atas papan Fender JagStang (Jaguar Mustang—Series) dengan sangat renyah, disusul raungan guitar berdistorsi. Pada lagu Smells Like Teen Spirit suara kurt beranjak landai, kemudian menghentak eksplosif seketika dibagian rif. Smells Like Teen Spirit mencapai klimaks di ahir lagu—tidak setelah interlude guitar atau di tengah lagu seperti genre kebanyakan.
Nirvana (Kurt?) juga selalu memadukan dua warna berbeda dalam tiap lagu-lagunya. Di album Nirvana Nevermind, Smells Like Teen Spirit yang menghentak dipadu dengan Something In The Way yang mendayu-dayu. Sangat gelap. Lagu yang “sangat sederhana itu”—hanya dibalut dengan 2 kunci, Em, C—menyayat dalam, cerita gelap seorang Kurt di dasar empati mendalam, narsisme utuh, ngilu, manis, menyedihkan…
Something In The Way menjadi semacam antitesis Smells Like Teen Spirit dalam satu kemasan album utuh. Something In The Way dan Smells Like Teen Spirit berada pada situasi vis a vis 180 derajat. Something In The Way tamsil gelap di dasar lautan, yang di atasnya ombak bergulung, awan bergemuruh, tak ada cahaya sedikitpun! Kegelapan abadi. Something In The Way, atau lebih tepatnya, lagu Kurt, suara Kurt itu, lagu Nirvana paling “sederhana” dengan level refleksi terumit.
Smells Like Teen Spirit sebentuk energi meraung-raung, atau muntahan “asap grunge” dari corong-corong imajinasi liar, orisinal, menghentak-hentak. Kedua single itu dipertemukan dalam satu cita rasa: Gelap!
Di album IN UTERO, lagu Scentless Apprentice atau Milk It bisa dipsosisiskan berhadap-hadapan dengan Dumb. Dumb bercerita tetang sosok Kurt yang sedang menghibur dirinya, mendayu-dayu, dibalut dengan irama gelap namun terasa manis. Sedangkan Scentless Apprentice dan Milk It menjadi bukti “pembangkangan”, sikap anti kompromistik Nirvana terhadap pasar.
Bahkan dalam satu riwayat diceritakan, Kurt pernah bersikeras untuk memuntahkan semua talenta imajinatifnya dalam sebuah lagu, tanpa diedit, tanpa diintervensi produser—sesuatu yang langka terjadi di industri musik tanah air. Ancamannya, Band akan bubar! Ahirnya, keinginannya dituruti.
Bagi Kurt, musik merupakan pancaran nilai-nilai estetik dari kedalaman sumur imajinatif, apa adanya, tanpa kompromi. Namun di sisi lain ia juga merupakan refleksi dari situasi dan hal-hal paling luar dalam fragmen hidup seseorang.
Lagu-lagu Nirvana secara umum merupakan hibriditas sound ingar bingar, kualitas vokal (Kurt) unpolish, sound mentah, dipadu dengan rhythm manis dan melodi mellow. Fantastic ideas!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: